Dalam perjalanan pulang dari Jakarta ke Bogor, dengan kemajuan teknologi ICT saya dapat tetap connected ke internet, saya browse blog anak saya yang masih duduk di kelas 4 SD dan saya tertarik satu post yang berjudul My Ven Diagram about Needs and Wants. Saya jadi penasaran, karena beberapa bulan yang lalu saya baru mengikuti suatu pelatihan di bidang leadership di luar negeri mengenai “Constructive Contention”. Salah satu teknik di dalam membangun constructive contention dalam mengelola konflik adalah dengan memahami perbedaan antara Needs dan Wants. Read the rest of this entry »

Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi informasi (TI), masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Read the rest of this entry »

“One of the key qualities that any leader needs – a willingness to stretch yourself and go after goals that others think are too visionary, too hard, or too ambitious to accomplish .” Richard A. McGinn, Former Chairman and CEO, Lucent Technologies

Sewaktu saya menemani anak-anak saya menonton film “Princes Diary”, ada satu hal yang mungkin dapat kita renungkan dari film itu. Salah satu kalimat di dalam surat ayah Mia kepada dia, yang hanya boleh dibuka pada saat ulang tahun Mia, disebutkan, bahwa manusia, pada suatu saat akan berada pada suatu “cross-road”, dimana kita harus memilih antara apa yang kita MAU dan apa yang kita MAMPU. Umumnya, kebanyakan kita akan memilih jalan: “apa yang kita mau”. Read the rest of this entry »

“One of the key qualities that any leader needs – a willingness to stretch yourself and go after goals that others think are too visionary, too hard, or too ambitious to accomplish .” Richard A. McGinn, Former Chairman and CEO, Lucent Technologies

Sewaktu saya menemani anak-anak saya menonton film “Princes Diary”, ada satu hal yang mungkin dapat kita renungkan dari film itu. Salah satu kalimat di dalam surat ayah Mia kepada dia, yang hanya boleh dibuka pada saat ulang tahun Mia, disebutkan, bahwa manusia, pada suatu saat akan berada pada suatu “cross-road”, dimana kita harus memilih antara apa yang kita MAU dan apa yang kita MAMPU. Umumnya, kebanyakan kita akan memilih jalan: “apa yang kita mau”. Read the rest of this entry »

Horas ma di hita saluhutna,

Perlu barangkali kita samakan penegertian kita mengenai “Adat”. Sebenarnya, ada 2 (dua) hal yang harus kita perlu cermati mengenai adat Batak, yaitu adat formal, yang biasa dapat kita lihat dari pelaksanaan acara adat Batak, mulai dari lahir, besar, menikah, samapai meninggal. Banyak sekali praktek adat Batak yang berkaitan dengan siklus hidup orang Batak. Kalau ada anak lahir, datanglah mertuanya “mamboan aek ni unte”, “pasahat ulos parompa”, paebathon, setelah besar, anak laki-laki biasanya “manulangi tulang”, untuk minta izin mau menikah dengan orang lain, biasanya hanya anak laki-laki yang paling sulung, acara pernikahan, sampai acara yang berkaitan dengan orang yang meninggal. Semua ini adalah merupakan bagian dari adat formal. Read the rest of this entry »

 

Summary:
The economic divide is a non-issue, but the usability and empowerment divides alienate huge population groups who miss out on the Internet’s potential.

The “digital divide” refers to the fact that certain parts of the fact that certain parts of the population have substantially better opportunities to benefit from the new economy than other parts of the population. Most commentators view this in purely economic terms. However, two other types of divide will have much greater impact in the years to come.

Read the rest of this entry »

The only thing that we have control over is ourselves.

Jadi, dalam melihat sekeliling kita, dalam posisi apapun kita, baik di dalam lingkungan kerja, sosial, dan keluarga, seharusya kita sadar bahwa tuntutan untuk beradaptasi dari lingkungan kita terhadap kita adalah merupakan tuntutan yang berlebihan. Yang lebih realistik adalah bagaimana kita dapat beradaptasi dengan lingkungan kita, sambil berusaha mempengaruhi lingkungan kita ke arah yang kita inginkan.

Look at the world “as it is,” not as you might “wish to be.” –Jack Welch

Read the rest of this entry »

Four attitudes will help us make today our signature day

Appreciation. Lord, thank you for the gift of this day. Regardless of circumstances, good or bad, I thankfully accept all that is in this day.

Availability. I’m totally available to You and, therefore, available to others.

Awareness . I understand You communicate through the people and circumstances that surround me. I further recognize that the closer I come to you, the more I can hear You whisper trough people and circumstances. Therefore, I commit to my awareness of Your presence over the busyness of life.

Alignment. My goal is to be one with You. Every decision I make and all I do reflects your nature.

God is My CEO, Larry S. Julian

Globalisasi telah menyeret negara-negara dunia terjun ke ranah yang dihuni unsur informasi dan teknologi ini, tak terkecuali Indonesia. Namun dari kacamata Elisa, dalam satu dekade terakhir, Indonesia cukup berhasil mengimbangi penyerapan tren informasi dan teknologi dunia. Hal itu dibuktikan dari beberapa regulasi ICT (Information & Communications Technology) era pasca reformasi yang ternyata dipandang lebih peka terhadap ekspektasi industri.

 

Namun disisi lain, kemutakhiran regulasi tersebut tidak sepenuhnya mampu menutup celah-celah minor industri ICT. Beberapa permasalahan klasik seperti investasi, pilihan model business (baca: business model, el) oleh pemerintah yang dinilai tidak pas masih menjadi isu sentral dan aktual.

 

Bahkan dua fakta ini berpotensi menghambat laju kemajuan industri ICT. Elisa juga sempat menggulirkan jalan keluar untuk memicu kemajuan signifikan di industri syarat teknologi ini, seperti juga eksekusi di tiga area ICT dan pembentukan lembaga berbasis single window dibarengi lift frog(baca: leap frog) dan political will yang tinggi dari pemerintah.

 

Read the rest of this entry »

Ada yang unik dari kisah hidup Elisa Lumbantoruan. Pilihan-pilihan hidupnya cepat berubah, spontan bahkan sedikit liar. Tetapi untungnya pilihan itu jarang meleset. Kepiawaiannya itu bukanlah berkah dari langit yang turun begitu saja, unsur kejelian dan kepekaannya melihat perubahan menjadi kuncinya. Read the rest of this entry »

TOPIK